Selasa, 21 Juli 2015

Rectoverso, Cinta yang Tak Terucap



Haloo :)
Sebenarnya ini agak buntu sih yaa, jadi iseng nyoba buat review film. Film yang bakal aku bahas ini judulnya “Rectoverso” . (iya iyaaa ini filmnya udah cukup lama yaa, bukan film baru hehee)

Cover novel



Awalnya Rectoverso ini novel, atau mungkin lebih tepatnya buku kumpulan cerpen Dewi Lestari sekitar tahun 2008, dan akhirnya difilmkan di tahun 2013. Rectoverso sendiri awalnya terdiri dari 11 cerpen, tapi yang difilmkan cuma 5 cerpen. Disutradarai beberapa aktris Indonesia diantaranya, Marcella Zalianty, Rachel Maryam, Happy Salma, Cathy Sharon, dan Olga Lidya. Aktor dan Aktris yang beperan di film ini juga pada keren-keren semua disini, benar-benar bisa nyampaikan isi film ini sih menurutku. Pada intinya semua ceritanya sama “cinta yang tak terucap” tapi dalam situasi dan kondisi yang beda-beda gitu. Recommended banget pokoknya ! 
Oke, ini ceritanya 

1.       Malaikat Juga Tahu.
Sutradara : Marcella Zalianty
Pemeran : Lukman Sardi (Abang), Prisia Nasution (Leia), Dewi Irawan (Bunda), Hans (Marcell Domits).
Soundtrack : Malaikat Juga Tahu (Glenn Fredly)
Ceritanya tentang Abang, seseorang yang mengidap autis jatuh cinta pada Leia, salah satu penghuni kost milik Bunda (Ibu Abang). Leia dan Abang ini cukup dekat, Abang suka sama Leia, dan Bunda tau itu, walaupun Abang nggak pernah cerita, tapi dari perbedaan sikap Abang kalo dekat sama Leia, Bunda yakin Abang benar-benar suka sama Leia. Beberapa waktu kemudian, Hans (adik Abang) salah satu anak bunda juga, datang dari luar negeri. Hans suka sama Leia, Leia juga suka sama Hans, dan ..... silahkan tebak endingnya !
Salah satu kutipan yang paling aku suka dari bagian ini adalah
“Seratus sempurna, kamu satu lebih sempurna”
2       Firasat
Sutradara : Rachel Maryam
Pemeran : Asmirandah (Senja), Dwi Sasono (Panca), Widyawati (Ibu Senja)
Soundtrack : Firasat (Raisa)
Firasat ini mengisahkan beberapa orang yang punya firasat kuat terhadap apa yang akan terjadi. Senja, salah satu anggota klub firasat yang (kalau nggak salah) diketuai Panca. Senja ini dulu pernah punya firasat kalau Ayah dan Adiknya bakal meninggal, dan ternyata firasat dia benar, sejak itu dia mulai takut dengan pertanda-pertanda lain yang menggambarkan dia bakal kehilangan orang-orang yang dia sayang. Suatu hari, Senja punya firasat bakal kehilangan Panca, orang yang juga diam-diam dia suka, Senja punya firasat nggak enak, apalagi waktu Panca pamit buat pulang ke Padang. Senja takut banget dan berusaha menahan Panca, tapi dia nggak bisa menahan Panca.

3     Hanya Isyarat
Sutradara : Happy Salma
Pemeran : Amanda Soekasah (Al), Hamish Daud (Raga)
Soundtrack : Hanya Isyarat (Drew)
Ini cerita yang paling paling paling aku suka bangetttt !!! nggak tau kenapa. Hehe. Suka dari segi ceritanya, suka akting para pemainnya, suka soundtrack-nya, suka banget lah.
Dikisahkan, Al bergabung di suatu klub backpacker. Di filmnya sih Cuma ada 5 anggota klub ini. Al jatuh cinta diam-diam pada salah satu anggotanya, Raga. Al sangat mengagumi Raga, secara diam-diam. Bahkan  saking diam-diamnya, Al nggak tau warna bola mata Raga. Atau mungkin lebih tepatnya nggak pernah nunjukkin perhatiannya secara terang-terangan gitu ya(?) Sampai akhirnya ada game yang bikin mereka berlima ini ngumpul dan menceritakan pegalaman paling menyedihkan dalam hidupnya. Waktu giliran Raga, patah hatilah si Al. Raga pernah punya pengalaman mati suri, sejak itu dia melakukan perjalanan spiritual(?) yang bikin dia nggak mencari apa-apa selain kedamaian. Maksudnya nggak mikir tentang harta, tahta, apalagi cinta, bukan itu yang Raga cari. Raga ini sosok yang punya prinsip sangat kuat, si Al akhirnya paham kalau cintanya mungkin nggak bakal terbalas, akhirnya Al pun menceritakan kisah patah hatinya saat itu juga. Tapi disini bukan secara langsung menceritakan kalau dia patah hati bla-bla-bla, pokoknya ceritanya dikemas apikkk serius ! :”)
Kalimat yang paling aku suka disini adalah :
“Aku jatuh cinta pada seseorang yang hanya sanggup aku gapai sebatas punggungnya saja, tapi sekarang aku sudah tau warna matanya, coklat muda, dan itu sudah cukup ”

4     Cicak di Dinding
Sutradara : Cathy Sharon
Pemeran : Sophia Latjuba (Saras), Yama Carlos (Taja), Tio Pakusadewo (Irwan)
Soundtrack : Cicak di Dinding (Dira Sugandi)
Awalnya Taja dan Saras bertemu di salah satu cafe, nah mereka ini menjalin hubungan “dewasa” gitulah. Saras dan Taja ini cocok banget kalo ngobrol, tapi sayangnya Saras sering ngilang secara misterius. Sampai akhirnya secara nggak sengaja mereka ketemu lagi di salah satu pameran lukis bang Irwan (Taja salah satu pelukis yang lukisannya dipamerkan di pameran bang Irwan), teman baik Taja yang ternyata calon suami Saras. Nah kaget banget kan si Taja, karena Taja ini ternyata jatuh cinta tulus sama Saras. Di hari pernikahan Saras dan Irwan, Taja nggak dateng, tapi Taja ngasih hiasan dinding yang bisa diliat kalau lampunya mati, semacam lampu yang nempel di dinding(?) berbentuk cicak, sama kayak tato Saras. Disitu Saras baru tau kalo ternyata Taja punya banyak kesamaan sama dia, salah satunya hewan favorit mereka, cicak karena filosofinya.

5.   Curhat Buat Sahabat
Sutradara : Olga Lidya
Pemeran : Acha Septriasa (Amanda), Indra Birowo ( Reggie), Tetty Liz Indriati ( Ibu Reggie)
Soundtrack : Curhat Buat Sahabat ( Acha Septriasa + Tohpati)
Kalau ini sih sahabat jadi cinta. Atau mungkin sahabat karena ada cinta(?) Reggie dan Amanda udah lama banget bersahabat. Amanda ini beberapa kali punya pacar yang sering nyakitin dia, begitu dia sedih, dia pasti datang ke Reggie buat curhat tentang apapun, dia pasti langsung dateng ke kios fotokopi  Reggie. Sampai suatu hari, Amanda jatuh sakit, disini dia benar-benar nggak punya siapa-siapa buat dimintai tolong, selain Reggie. Tiap Amanda minta tolong sesuatu Reggie pasti langsung dateng, tapi sayangnya Amanda nggak peka dan nganggep itu kebaikan sebagai sahabat

Film rectoverso ini menurutku unik sih, masing-masing cerita punya soundtrack yang berbeda, tergantung situasi dan kondisi yang lagi dialamin. [Dewi Lestari emang keren banget, nulis buku sama bikin lagunya :')]
Iya sih film ini udah agak lumayan lama yaaa, sekitar 2 tahun lalu. Tapi jujur aja, film ini hampir nggak pernah absen jadi tontonan wajib kalau lagi liburan, galau-galau melow gitu laah yaaa,wkwk. Meskipun udah nonton berulangkali masih tetap nangis karena filmnya emang bagus. Hehee. Sudah baca novelnya juga, dan menurutku ada beberapa part yang beda, sama bagusnya. kok, sama-sama bikin air mata tumpah  hehee. Mungkin kalo baca novelnya bisa sekalian baca cerpen lain yang nggak difilmkan yaa, masalah soundtrack jangan khawatir !!! tiap cerpen di novelnya  juga ada lirik lagu yang kisahnya sama kayak cerpen itu, nah bisa lah yaa baca cerpennya sambil dengerin lagunya. Yang masih punya waktu liburan dan bingung mau ngapain, bisa jadi nonton film dan novel ini adalah pilihan yang tepat untuk mengisi liburan:) hehehe. Selamat menonton / membaca !
*CMIIW*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar