Rabu, 24 April 2019

Sebatas Teman (?)


Berhentilah bermain kode-kodean,
Karena bisa jadi pesanmu tidak tersampaikan
Atau aku yang menganggapnya berlebihan
Lebih parah lagi kalau selama ini kau anggap itu hanya bercandaan
Aku pikir kau harap kita jadi pasangan
Padahal inginmu kita hanya sebatas teman. 
.
.
p.s : tidak sedang mengirim sinyal pada siapa-siapa, hanya sebatas menguji diri sendiri buat bikin tulisan gini. hehehe. 

Sabtu, 20 April 2019

Kembali

Harusnya malam ini saya berkutat dengan skripsi, mengingat deadline pengumpulan yang sudah bisa dihitung hari, tapi saya masih bingung mencari inspirasi, agar pembahasan dalam skripsi saya tidak terkesan basi. Saya menyadari, sudah cukup lama saya meninggalkan blog ini, beralih dengan media lain yang terkesan lebih masa kini, sampai akhirnya satu pertanyaan terus membayangi, “kenapa saya tidak menulis kembali?”
Setelah sekian lama pergi, tidak jarang saya berpikir mengenai topik yang menarik dan bisa saya tulis disini. Satu dua kali saya siapkan beberapa materi, sayangnya hampir tidak ada yang terealisasi. Kini saya kembali, dengan kisah baru yang semoga menarik untuk diikuti. Setelah membongkar postingan terdahulu yang telah menjadi memori, hampir semua tulisan kembali saya jelajahi. Membaca tulisan-tulisan awal di blog ini, seketika terpikir “ngapain nulis kayak gini?”, lalu berlanjut pada tulisan di masa-masa labil saya yang sekarang membuat saya geli, hingga tulisan tentang kepergian adik saya yang membuat saya kembali bersedih, ditambah dengan postingan yang kini berada di draft karena dihapus dari peredaran dan dibiarkan tersimpan rapi. Melihat kembali apa yang telah saya lewati, tidak sedikit pun ada hal yang harusnya saya sesali. Karena dibalik semua cerita yang saya bagi, ada sesuatu yang bisa dipelajari. Setidaknya untuk diri saya sendiri. Hihihi. Ternyata saya tumbuh dan berkembang melalui kata dan tulisan yang dulu saya tuliskan sepenuh hati, dan menganggap media ini sebagai diary. Saya tidak membiarkan kisah saya berlalu tanpa jejak yang berarti, melainkan dalam rangkaian kata dan tulisan yang bisa saya baca dan ingat lagi.
Sebelum tulisan ini saya akhiri, bisa jadi kalian sudah mengerti. Tulisan ini memang banyak diakhiri dengan bunyi “I”, tampak seperti sudah layak memenuhi tugas “Penulisan Kreatif”, salah satu mata kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi. Wah ternyata saya sudah terlalu banyak basa-basi, yasudah saya pamit kembali pergi, untuk menuntaskan kewajiban terakhir seorang mahasiswi, yakni mengerjakan skripsi. Sampai bertemu di tulisan saya nanti!

p.s : tulisan ini diawali tanpa perencanaan, dilanjutkan dengan sengaja, dan diakhiri dengan mumet kudu lanjutin pake kata apa hehehe. 

Jumat, 19 April 2019

Back to Random Chat

Setelah sekian lama nggak pernah nulis, akhirnya menemukan sesuatu yang baru untuk ditulis, bukan baru, lebih ke melanjutkan topik  yang dulu pernah saya tulis.Beberapa tahun yang lalu saya sempat menulis ulasan tentang random chat, yang akhirnya mempertemukan saya dengan banyak orang dengan berbagai tipe obrolan yang berbeda, dan baru-baru ini saya kembali mengunjungi salah satu situs random chat, bermula karena iseng dan akhirnya berujung ketemu sama orang yang akhirnya cukup mengobrak-abrik pikiran dan keyakinan saya *eaea, ini lebay sih*
Berbeda dengan orang-orang yang biasa saya temui, setelah saling sapa, dia memberikan pertanyaan tentang “apa yang kamu ketahui soal agama?” wah kaget dong. Kalau di lingkungan saya kuliah, topik seperti ini lebih sering dilontarkan teman-teman saya yang tidak mempercayai Tuhan atau tidak sedang menganut agama tertentu. Akhirnya saya menyebutkan salah satu keraguan dari apa yang selama ini saya yakini, tentang pemikiran saya yang belum pernah saya ceritakan, tapi di satu sisi saya penasaran. Dugaan saya, dia akan membenarkan keraguan saya, menambahnya dengan fakta atau opini yang mungkin akan semakin membuat saya ragu. Tapi ternyata salah, dia memberikan penjelasan dengan lengkap, tidak cukup hanya berupa tulisan, malam itu juga  kami memutuskan untuk melanjutkan diskusi melalui telpon. Padahal saya tipe orang yang nggak terlalu suka telpon loh! Asli. Apalagi sama stranger. HEHEHE.
Selama kami berdiskusi di telpon, ternyata banyak poin yang menurut saya menarik. Hal yang paling membuat saya senang adalah argumen yang dia sampaikan tidak hanya berdasarkan opini, tapi saya juga diajak untuk kembali membaca kitab suci agama saya, lebih dari sekedar membaca, tapi  juga memahami makna yang berusaha disampaikan, mempertanyakan, dan mencari tahu realitanya, sehingga saya benar-benar menerima dan meyakini apa yang selama ini (sepertinya) saya ketahui. Satu jawaban yang saya peroleh malam itu dari obrolan kami adalah  ternyata benar katanya, bahwa hidayah itu datang dari mana saja, termasuk hidayah bagi saya untuk lebih banyak membaca dan belajar apa yang diajarkan agama saya, tidak hanya mendengar dari orang lain dan mempercayainya begitu saja. Siapa sangka ternyata dari random chat, saya sadar bisa dapet hidayah juga lo ! Hehehe.

p.s : Ini baru opening, coming soon akan ada diskusi kami selanjutnya !