Jumat, 19 April 2019

Back to Random Chat

Setelah sekian lama nggak pernah nulis, akhirnya menemukan sesuatu yang baru untuk ditulis, bukan baru, lebih ke melanjutkan topik  yang dulu pernah saya tulis.Beberapa tahun yang lalu saya sempat menulis ulasan tentang random chat, yang akhirnya mempertemukan saya dengan banyak orang dengan berbagai tipe obrolan yang berbeda, dan baru-baru ini saya kembali mengunjungi salah satu situs random chat, bermula karena iseng dan akhirnya berujung ketemu sama orang yang akhirnya cukup mengobrak-abrik pikiran dan keyakinan saya *eaea, ini lebay sih*
Berbeda dengan orang-orang yang biasa saya temui, setelah saling sapa, dia memberikan pertanyaan tentang “apa yang kamu ketahui soal agama?” wah kaget dong. Kalau di lingkungan saya kuliah, topik seperti ini lebih sering dilontarkan teman-teman saya yang tidak mempercayai Tuhan atau tidak sedang menganut agama tertentu. Akhirnya saya menyebutkan salah satu keraguan dari apa yang selama ini saya yakini, tentang pemikiran saya yang belum pernah saya ceritakan, tapi di satu sisi saya penasaran. Dugaan saya, dia akan membenarkan keraguan saya, menambahnya dengan fakta atau opini yang mungkin akan semakin membuat saya ragu. Tapi ternyata salah, dia memberikan penjelasan dengan lengkap, tidak cukup hanya berupa tulisan, malam itu juga  kami memutuskan untuk melanjutkan diskusi melalui telpon. Padahal saya tipe orang yang nggak terlalu suka telpon loh! Asli. Apalagi sama stranger. HEHEHE.
Selama kami berdiskusi di telpon, ternyata banyak poin yang menurut saya menarik. Hal yang paling membuat saya senang adalah argumen yang dia sampaikan tidak hanya berdasarkan opini, tapi saya juga diajak untuk kembali membaca kitab suci agama saya, lebih dari sekedar membaca, tapi  juga memahami makna yang berusaha disampaikan, mempertanyakan, dan mencari tahu realitanya, sehingga saya benar-benar menerima dan meyakini apa yang selama ini (sepertinya) saya ketahui. Satu jawaban yang saya peroleh malam itu dari obrolan kami adalah  ternyata benar katanya, bahwa hidayah itu datang dari mana saja, termasuk hidayah bagi saya untuk lebih banyak membaca dan belajar apa yang diajarkan agama saya, tidak hanya mendengar dari orang lain dan mempercayainya begitu saja. Siapa sangka ternyata dari random chat, saya sadar bisa dapet hidayah juga lo ! Hehehe.

p.s : Ini baru opening, coming soon akan ada diskusi kami selanjutnya ! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar