Malem ini iseng liatin arsip story di Instagram, lalu menemukan salah
satu video yang bikin ‘gemes’ liatnya. Sekitar 1 tahun yang lalu, ketika acara
buka bersama angkatan saya diadakan, seperti biasa, ada momen tukar kado secara
acak, tiba-tiba seorang teman mendapat sebuah “test pack” sebagai kadonya, dia cuma
ketawa-ketawa dan bilang “kayaknya aku yang pecah telor pertama” (re: menikah paling awal diantara temen
seangkatan) padahal waktu itu dia belum ada pasangan, bahkan kayaknya di saat
itu pun dia dan pasangannya belum saling kenal. Satu tahun kemudian, ternyata emang
benar dia yang pecah telor, dan akan menikah beberapa hari lagi. Ucapan (dan
doa) dia beneran terwujud!
Sama seperti waktu kelulusan dan
pekerjaan yang kata orang, masing-masing punya “own timeline”, ternyata soal pasangan pun demikian. Siapa kira dia
yang kemarin masih ayem sendiri-sendiri
aja ternyata dia-lah yang lebih dulu berada pada fase itu, timeline dia untuk menikah. Atau mungkin benar kalo peran kita di
dunia adalah menjalankan skenario yang udah ada? Coba pikir lagi.
Siapa yang dengan isengnya bawa kado test pack?
Kenapa bisa dia yang dapet?
Kenapa dia beneran yang akhirnya nikah duluan?
Pasti ada skenarionya, skenario Tuhan, maha luar biasa,
bahkan pada waktu dan orang yang tidak terduga.
Dan skenario tidak hanya terbatas
pada waktu, tapi juga pada siapa hati akhirnya berlabuh, siapa sangka dia bisa
secepat itu yakin untuk membagi mimpi bersama satu orang yang sama
selamanya? Pada orang yang mungkin belum lama dikenalnya, tapi bisa membuat dia
percaya, bahwa di halaman skenario selanjutnya, mereka ditakdirkan untuk
bersama.
Karena soal jodoh bukanlah ajang balapan, siapa yang larinya
paling kencang belum tentu dia yang tiba duluan. Selain skenario Tuhan, bisa
jadi semua itu tentang kesiapan. Kesiapan untuk bertanggung jawab dengan diri
kita sendiri, dengan keluarga, bahkan dengan pasangan dan keluarga kecil kita
nanti. Menyatukan dua kepala itu susah, apalagi menyatukan dua keluarga, turut
bangga pada kalian, yang sudah berani menentukan pilihan.
Eh, saya mah siapa ya sok-sok bahas soal jodoh dan skenario
Tuhan (?)
Tapi dari situ saya percaya, bahwa
dalam skenario Tuhan, jodoh memang sudah
digariskan, entah kapan dan dengan siapa, bahkan bagaimana cara bertemunya, dan
kapan kita siapnya. Teruntuk kalian, yang mungkin masih satu perjuangan
dengan saya (menebak-nebak siapa jodohnya), tetap tenang guys, karena
skenario untuk kita sudah ada, entah dengan siapa dan kapan waktunya tiba. Tinggal tunggu saja tanggal mainnya! *menyemangati
diri sendiri*.
Percayalah, skenario Tuhan memang penuh rahasia, bisa jadi
saya dan Anda berada dalam skenario yang sama (?) Hehehehehee.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar